Selasa, 27 November 2012

SEKILAS TENTANG PERMENPAN DAN RB NOMOR 16 TAHUN 2009



Strategi Menghadapi
Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009
disusun oleh
Peserta Diklat SDN 1 Jatitengah
Tentang
Permenpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009

Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru, dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Namun, Kepmen itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentangJabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, yang berlaku sejak 10 November 2009. Jabatan fungsional guru  adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Apa yang baru dalam Kepmen ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu?
Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. Yang tergolong unsur utama adalah (1) pendidikan, (2) pembelajaran/pem-bimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan.Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan, yaitu (1) pengembangan diri, (2) publikasi ilmiah, dan 3) menghasilkan karya inovatif.  Uraian PKB tersebut tergambar seperti berikut.

No
Macam
Kegiatan
1
Pengembangan Diri
1) mengikuti diklat fungsional
2) melaksanakan kegiatan kolektif guru
2
Publikasi Ilmiah
1) membuat publikasi ilmiah atas hasil penelitian
2) membuat publikasi buku
3
Karya Inovatif
1) menemukan teknologi tetap guna
2) menemukan/menciptakan karya seni
3) membuat/memodifikasi alat pelajaran
4) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya

Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru, yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya, (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa, dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru, seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja, menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan, menjadi tim penilai angka kredit, dan menjadi tutor/pelatih/instruktur.
Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat, yaitu (1) Guru Pertama, (2) Guru Muda, (3) Guru Madya, dan (4) Guru Utama. Guru Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a, Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b, dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e.
.
Tentang
Publikasi Ilmiah

Secara garis besar ada dua macam karya ilmiah dilihat dari sisi pemerolehannya, yaitu karya ilmiah hasil penelitian dan karya ilmiah nonpenelitian. Karya ilmiah hasil penelitian dapat diwujudkan dalam bentuk laporan penelitian, buku, makalah, dan artikel; sedangkan karya ilmiah nonpenelitian dapat berupa buku, artikel ilmiah, artikel ilmiah populer, dan makalah. Selain tulisan sesndiri, karya ilmiah juga dapat berasal dari terjemahan.
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Ada dua pola dalam makalah, yaitu pola deskriptif dan pola argumentatif. Ada tiga macam bentuk buku yang diakui sebagai karya pengembangan keprofesian berkelanjutan guru, yaitu buku teks, buku pelajaran, dan buku pedoman. Buku teks adalah buku yang disusun berdasarkan hasil penelitian atau renungan keilmuan yang berfungsi untuk memperkaya wawasan pembacanya tentang bidang tertentu. Buku pelajaran adalah buku yang disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku dan disiapkan untuk pedoman pembelajaran di sekolah. Buku pedoman adalah buku yang berisi aturan, pedoman, atau petunjuk untuk melakukan sesuatu. Karya ilmiah populer adalah bentuk tulisan yang berada di antara tulisan ilmiah dan tulisan jurnalistik atau tulisan sastra. Laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis dari suatu penelitian. Dalam laporan penelitian selain disajikan analisis data yang dapat dibuktikan kebenarannya juga disajikan teori-teori yang melandasi penelitian tersebut. Modul sebenarnya sama saja dengan buku pelajaran. Perbedaannya, jika buku pelajaran digunakan sebagai pedoman pembelajaran di sekolah yang dilakukan oleh guru, modul disiapkan untuk membantu siswa belajar secara mandiri. Karena itu, dalam modul selain berisi materi yang dibutuhkan oleh siswa, juga berisi petunjuk penggunaan dan penilaiannya. Diktat dibuat sebagai pelengkap materi pembelajaran. Jika buku pelajaran dibuat berdasarkan kurikulum yang berlaku, diktat dibuat berdasarkan kompetensi-kompetensi yang ada dalam kurikulum tersebut. Keterbatasan buku pelajaran atau bahkan modul berkaitan dengan materi pembelajaran dapat dibantu dengan adanya diktat.
Untuk karya ilmiah yang ditulis secara bersama-sama memiliki kenetentuan sebagai berikut.  Apabila ada dua orang penulis amka penulis pertrama 60% dan penulis kedua 40%. Jika tiga penulis maka penulis pertama 50% sedangkan menulis kedua dan ketiga masing-masing 25%. Jika penulisnya empat maka 40% untuk penulsi utama dan 20% untuk penulis yang lain. Jadi, jumlah penulis pembanytu maksimal 3 orang. Berikut adalah jenis publikasi ilmiah beserta nilai angka kreditnya.

Bentuk
Jenis
Syarat
Nilai
Prasaran
Makalah/Paper/Kertas Kerja
Dipresentasikan dalam seminar
0,2

Laporan Penelitian
Buku
Ber-ISBN, beredar nasional, lolos BNSP
4
Makalah
Diseminarkan
4


Buku
Buku Teks
Dicetak penerbit, ber-ISBN
3
Dicetak penerbit, tidak ber-ISBN
1,5
Buku Pelajaran
Lolos BSNP
6
Dicetak peberbit, ber-ISBN
3
Dicetak penerbit, tidak ber-ISBN
1
Buku Pedoman Guru

1,5




Artikel

Penelitian
Dimuat di jurnal nasional terakreditasi
3
Dimuat di jurnal provinsi ber-ISSN
2
Dimuat di jurnal kabupaten ber-ISSN
1

Konseptual
Dimuat di jurnal nasional ber-ISSN
2
Dimuat di jurnal provinsi ber-ISSN
1,5
Dimuat di jurnal kabupaten ber-ISSN
1
Populer
Dimuat di media nasional
2
Dimuat di media lokal
1,5
Modul/Diktat

Dipakai di tingkat provinsi
1,5


Dipakai di tingkat kabupaten
1


Dipakai di tingkat sekolah
0,5
Karya Terjemahan
Semua jenis
menyesuaikan
1

Tentang Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah karya  ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Ada dua bentuk artikel ilmiah, yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari  gagasan atau ide penulis--dan artikel penelitian--artikel yang diangkat dari hasil penelitan. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Jika dalam artikel konseptual antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel--yang bisa terdiri atas beberapa subbab; dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis, metode yang digunakan, dan hasil dan pembahasan.
Artikel ilmiah merupakan karya ilmiah yang bersyarat. Artinya, ia diakui sebagai artikel ilmiah jika telah dimuat di jurnal ilmiah. Oleh karena itu, pengusulan angka kredit melalui artikel ilmiah harus disertai bukti fisiknya, yaitu jurnal yang memuat artikel ilmiah tersebut. Jurnal ilmiah adalah jurnal yang khusus memuat artikel ilmiah. Jurnal berbeda dengan majalah. Jika majalah lebih bersifat populer, di dalamnya antara lain terkandung karya ilmiah populer; jurnal ilmiah murni berisi artikel ilmiah.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh jurnal agar dapat digunakan untuk menulis artikel ilmiah sebagai sarana pengembangan keprofesian berkelanjutan. Pertama, jurnal tersebut harus ber-ISSN (International Standard Series Number). Kedua, jurnal harus memiliki aturan penulisan artikel. Ketiga, diterbitkan oleh instansi yang jelas. Biasanya jurnal diterbitkan oleh perguruan tinggi, institusi pendidikan, atau organisasi profesi.
Ada dua macam artikel ilmiah, yaitu artikel penelitian dan artikel konseptual. Artikel penelitian adalah artikel yang diangkat dari hasil penelitian.Karena jenis penelitian bermacam-macam, maka sangat mungkin format artikel ilmiah juga bermacam-macam. Namun, secara umum bagian artikel penelitian terbagi menjadi bagian awal (judul, nama penulis, abstrak, dan kata kunci), bagian isi (pendahuluan, teori, metodologi, hasil penelitian, dan penutup), dan bagian akhir yang berupa daftar pustaka. Berikut contoh sistematika artikel PTK.

PENERAPAN PENDEKATAN BELAJAR KOOPERATIF  
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELUKIS KREASI 
PADA SISWA KELAS 5 SDN 1 Jatitengah

Oleh  Peserta Diklat

ABSTRAK

Kata kunci: belajar kooperatif, motivasi, melukis kreasi

A.  PENDAHULUAN
     1.  Latar Belakang Masalah
     2.   Rumusan Masalah
     3.  Tujuan Penelitian
     4.   Manfaat Penelitian

B. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN
     1. Teori yang Digunakan
         a. Pendekatan Belajar Kooperatif
         b. Aplikasi PBK dalam Praktik Melukis Kreasi
     2. Kerangka Berpikir
     3. Hipotesis Tindakan

C.  METODOLOGI PENELITIAN

D.  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
      1. Deskripsi Awal
      2.  Hasil Penelitian
            a.  Hasil Siklus I
            b.  Hasil Siklus II
            c.  Hasil Siklus III
      3.  Pembahasan

E. PENUTUP
    1.  Simpulan
    2. Saran


Artikel konseptual adalah artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulisnya. Jika dalam artikel penelitian bagian isi terbagi menjadi pendahuluan, landasan teoretis, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, dan simpulan dan saran; dalam artikel konseptual tidak dijumpai metodologi dan hasil penelitian. Selain itu, batasan antara pendahuluan dan landasan teoretis juga tidak diperlihatkan secara eksplisit. Karena itu, sistematika artikel konseptual hanya terdiri atas pendahuluan, konsep yang digunakan, gagasan-gagasan, dan penutup. Berikut adalah contohnya.

METODE OUT DOOR: ANTARA AKADEMIK DAN REKREATIF
A.  Pendahuluan
      1. Latar Belakang
      2. Permasalahan
B.  Hakikat Metode Out Door
      1. Pengertian Metode Out Door
      2. Kelebihan Metode Out Door
      3. Kekurangan Metode Out Door
C.  Metode Out Door sebagai Kegiatan Akademik
      1. Nilai Akademik dalam Metode Out Door
      2. Langkah Pembelajaran dengan Metode Out Door
D.  Metode Out Door sebagai Kegiatan Rekreatif
      1. Fungsi Rekreatif Metode Out Door
      2. Perlunya Unsur Rekreatif dalam Pembelajaran
E.  Penutup





Tentang
Pengusulan Angka Kredit

Paling lambat tahun 2011 penilaian angka kredit untuk guru sudah dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.

No
Golru
Oleh
Kepada
1
III/a s.d. IV/a
Kepala Dinas Pendidikan/Pjb. Eselon III
Gubernur/Bupati/Walikota
2
IV/b s.d. IV/c
Kepala Dinas pendidikan/Pjb. Eselon II
Dirjen/Karo Peg.
3
IV/d s.d. IV/e
Kepala Dinasw Pendidikan/Pjb. Eselon II
Mendiknas

Adapun angka kredit pengembangan profesi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

No.
Usulan Kenaikan Pangkat
Peng. Diri
KTI/K. Inov.
Syarat Minimal
1
Dari III/a ke III/b
3
-

2
Dari III/b ke III/ c
3
4
Bebas
3
Dari III/c ke III/d
3
6
Bebas
4
Dari III/d ke IV/a
4
8
1 laporan penelitian
5
Dari IV/a ke IV/b
4
12
1 laporan penelitian
1 artikel di jurnal ber-ISSN
6
Dari IV/b ke IV/c
4
12
1 laporan penelitian
1 artikel di jurnal ber-ISSN
7
Dari IV/c ke IV/d
5
14
1 laporan penelitian
1 artikel di jurnal ber-ISSN
1 buku ber-ISBN
Presentasi
8
Dari IV/d ke IV/e
5
20
1 laporan penelitian
1 artikel di jurnal ber-ISSN
1 buku ber-ISBN
Presentasi



Tentang Strategi-Strategi

Seperti telah diuraikan di atas bahwa inti Permenpan No. 16 Tahun 2009 adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Ada tiga kegiatan yang tergolong dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu (1) pengembangan diri, (2) publikasi ilmiah, dan 3) menghasilkan karya inovatif. Masing-masing kegiatan tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga strategi yang dibutuhkannya pun berbeda. Berkaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan tersebut beberapa strategi yang dapat dilakukan diuraikan berikut ini.

1) Memberdayakan MGMP/KKG
Makalah untuk dapat diusulkan sebagai angka kredit syaratnya harus dipresentasikan dalam seminar atau pertemuan ilmiah. Kapan seorang guru akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar? Untuk banyak guru tampaknya sulit. Hanya beberapa guru saja yang mendapat kesempatan tersebut. Oleh karena itu, kita perlu mencari solusi agar semua guru berkesempatan menjadi pembicara dalam forum ilmiah. Cara tersebut adalah dengan memberdayakan MGMP/KKG. Bagaimana caranya? MGMP/KKG dapat secara rutin menyelenggarakan pertemuan ilmiah dengan pembicara dari para anggota sendiri. Agar pertemuan tersebut lebih berkualitas dan tepercaya, kita dapat mengundang satu pembicara dari luar. Kalau kita ingin forum itu lingkupnya lebih luas, kita dapat mengundang narasumber yang memiliki kapabilitas lingkup tersebut serta melibatkan pihak lain.

2) Menjalin Kerja Sama dengan Pihak Lain
Siapa saja yang dapat kita ajak kerja sama? Pertama, organisasi profesi. Dengan organisasi profesi kita dapat bekerja sama untuk pengembangan diri, memproduksi karya ilmiah, mengembangkan inovasi pendidikan, dan menyelenggarakan seminar atau pelatihan. Banyak organisasi profesi yang sejalan dengan kegiatan guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), Forum Ilmiah Guru (FIG), dan IKA Guru Bantu Indonesia (IKA GBI). Selain MGMP, organisasi profesi yang lingkupnya mata pelajaran pun sudah banyak, seperti Asosiasi Guru Matematika (?), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI), dan Teflin untuk mata pelajaran bahasa Inggris.
Kedua, LPTK, LPMP, dan Dinas Pendidikan. Dengan LPTK kita bisa menjalin kerja sama dalam hal peningkatan kualifikasi guru, pengakuan hasil belajar guru, pembimbingan karya ilmiah, seminar dan pelatihan, dan pemublikasian artikel ilmiah. Dengan LPMP kita dapat menjalin kerja sama dalam bidang pembimbingan karya ilmiah, pelatihan, dan sebagainya. Demikian juga dengan Dinas Pendidikan.
Ketiga, pengelola jurnal ilmiah. Salah satu bentuk karya tulis ilmiah adalah artikel ilmiah, baik yang berupa artikel penelitian maupun artikel konseptual. Artikel ilmiah akan diakui sebagai karya tulis ilmiah sebagai karya pengembangan profesi guru jika telah dimuat di jurnal ilmiah. Tidak banyak jurnal ilmiah yang dapat kita jumpai yang khusus diperuntukkan bagi guru. Karena itu, dengan jalan menjalin kerja sama dengan mereka kita dapat berlatih menulis artikel ilmiah sampai dengan memublikasikannya.
Keempat, penerbit. Dengan penerbit kita dapat bekerja sama dalam hal penerbitan buku, diktat, LKS, atau karya lain; penyelenggaraan seminar atau pelatihan; dan penyediaan sumber belajar yang kita butuhkan.

3) Memanfaatkan situs
Banyak situs yang dapat kita gunakan untuk meningkatan keprofesian berkelanjutan. Mulai dari sekadar tukar informasi, saling meminta-memberi bahan-bahan yang dibutuhkan, sampai situs-situs interaktif. Hanya saja yang perlu kita cermati, di internet tersedia berbagai sumber, mulai sampah sampai emas. Kita harus pandai memilah mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang tidak, mana yang tepat kita gunakan dan mana yang kurang atau bahkan tidak tepat kita gunakan. Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) tahun 2009-2013 adalah kajian kritis. Melalui kajian kritis kita dapat menentukan sumber-sumber yang bisa dipercaya atau tidak.

4) Mengadakan Study Visit
Meniru pola, etos kerja, dan strategi dari kelompok lain yang lebih maju merupakan langkah praktis untuk mengembangkan diri. Teknik ini bisa kita lakukan dengan mengadakan study visitStudy Visit sendiri tidak selalu harus diartikan dengan tempat yang jauh dan biaya yang tinggi. Kunjungan ke tempat yang sangat dekat yang memiliki keunikan atau kelebihan tertentu pun sudah bisa kita kategorikan study visit. Melalui kegiatan ini kita juga bisa saling tukar tempat mengajar, melakukan pengabdian, atau kegiatan lain yang dapat dikategorikan ke dalam kegiatan pengembangan diri.



Selasa, 20 November 2012

SIKAP


SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.


Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

Jumat, 19 Oktober 2012

PERMENDIKNAS NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)


LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 23 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN
PENDIDIKAN (SKL-SP)

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) meliputi:
1. SD/MI/SDLB/Paket A;
2. SMP/MTs./SMPLB/Paket B;
3. SMA/MA/SMALB/Paket C;
4. SMK/MAK.

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan
berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan, yakni:
1. Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan
    SMP/MTs./SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan,
     pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
     mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
2. Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C
    bertujuan: Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
    mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
    lebih lanjut
3. Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan:
    Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
    keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
    sesuai dengan kejuruannya

Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP)
selengkapnya adalah:
SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
perkembangan anak
2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
   ekonomi di lingkungan sekitarnya
5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis,
    dan kreatif
6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan
    bimbingan guru/pendidik
7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam
    kehidupan sehari-hari
9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan
     sekitar
10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan
     tanah air Indonesia
12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya
      lokal
13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan
      memanfaatkan waktu luang
14. Berkomunikasi secara jelas dan santun
15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri
dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan
      berhitung

SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
    perkembangan remaja
2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
3. Menunjukkan sikap percaya diri
4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih
    luas
5. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
    ekonomi dalam lingkup nasional
6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-
    sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
8. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi
    yang dimilikinya
9. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam
    kehidupan sehari-hari
10. Mendeskripsi gejala alam dan sosial
11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,
      berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara
      Kesatuan Republik Indonesia
13. Menghargai karya seni dan budaya nasional
14. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya
15. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu
      luang
16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun
17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
      masyarakat
18. Menghargai adanya perbedaan pendapat
19. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana
20. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
      dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana
21. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan
     menengah

SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan
perkembangan remaja
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri
    serta memperbaiki kekurangannya
3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku,
    perbuatan, dan pekerjaannya
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
   ekonomi dalam lingkup global
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis,
    kritis, kreatif, dan inovatif
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
    dalam pengambilan keputusan
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
    pemberdayaan diri
9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang
    terbaik
10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah
kompleks
11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
15. Mengapresiasi karya seni dan budaya
16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta
      kebersihan lingkungan
18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
       masyarakat
20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara
      sistematis dan estetis
22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara
      dalam bahasa Indonesia dan Inggris
23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan
      tinggi

SMK/MAK
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan
     perkembangan remaja
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri
    serta memperbaiki kekurangannya
3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku,
    perbuatan, dan pekerjaannya
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial
    ekonomi dalam lingkup global
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis,
     kritis, kreatif, dan inovatif
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
   dalam pengambilan keputusan
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
    pemberdayaan diri
9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang
    terbaik
10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah
     kompleks
11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
15. Mengapresiasi karya seni dan budaya
16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta
      kebersihan lingkungan
18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
      masyarakat
20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara
       sistematis dan estetis
22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara
      dalam bahasa Indonesia dan Inggris
23. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk
      memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi
      sesuai dengan kejuruannya
      Catatan: * Berlaku untuk A,B,D,E
      Sedangkan untuk C, C1, D1, dan G ditetapkan tersendiri

B. STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA
PELAJARAN (SK-KMP)
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas
kelompok-kelompok mata pelajaran:
1. Agama dan Akhlak Mulia;
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
4. Estetika;
5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.
Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan
berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok
mata pelajaran, yakni:
1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan:
     membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
     kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut
     dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan,
     kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga,
    dan kesehatan.
2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan:
    membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan
     dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan
     agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan
     pendidikan jasmani.
3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan:
    mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.
     Pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB/Paket A, tujuan ini dicapai melalui
    muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam,
    ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang
    relevan,
    Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B, tujuan ini dicapai
    melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan
    alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi
    informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan
    Pada satuan pendidikan SMA/MA/SMALB/Paket C, tujuan ini dicapai
    melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan
    alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, teknologi informasi
    dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan
    Pada satuan pendidikan SMK/MAK, tujuan ini dicapai melalui muatan
    dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu
    pengetahuan sosial, keterampilan, kejuruan, teknologi informasi dan
     komunikasi, serta muatan lokal yang relevan
4. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta
    didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya.
    Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan
    budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.
5. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan bertujuan:
    membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan
    menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau
      kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu
     pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.
    Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk           masingmasing

  satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Agama dan Akhlak Mulia
    SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
    perkembangan anak
2. Menunjukkan sikap jujur dan adil
3. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
    ekonomi di lingkungan sekitarnya
4. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya
     sebagai makhluk Tuhan
5. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan
     memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
6. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan
    lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan

SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap
    perkembangan remaja
2. Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan
3. Memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
    ekonomi
4. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun yang
    mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
5. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu
    luang sesuai dengan tuntunan agamanya
6. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara
    bertanggung jawab
7. Menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ajaran agama
   SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan
perkembangan remaja
2. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial
ekonomi, dan budaya dalam tatanan global
3. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
masyarakat
5. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
7. Menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan kebugaran jasmani dalam
kehidupan sesuai dengan tuntunan agama
8. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara
bertanggung jawab

SMK/MAK
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan
    perkembangan remaja
2. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial
    ekonomi, dan budaya dalam tatanan global
3. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
    masyarakat
5. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
    cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan
    harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
7. Menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan kebugaran jasmani dalam
    kehidupan sesuai dengan tuntunan agama
8. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara
    bertanggung jawab

SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan
     tanah air Indonesia
2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
3. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
     ekonomi di lingkungan sekitarnya
4. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
5. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
7. Berkomunikasi secara santun
8. Menunjukkan kegemaran membaca
9. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan
    memanfaatkan waktu luang
10. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri
    dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
11. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan
budaya lokal
SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Menerapkan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
    dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan
    Republik Indonesia
2. Mematuhi aturan-aturan sosial, hukum dan perundangan
3. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
    ekonomi dalam lingkup nasional
4. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
5. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun
7. Menunjukkan sikap percaya diri
8. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
9. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi
    yang dimilikinya
10. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya
11. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, dan aman dalam
     kehidupan sehari-hari
12. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
     masyarakat
13. Menghargai adanya perbedaan pendapat
14. Menghargai karya seni dan budaya nasional Indonesia

SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
    secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial, hukum dan
    perundangan
3. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial
    ekonomi, dan budaya dalam tatanan global
4. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
5. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri
     serta memperbaiki kekurangannya
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
    cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi
7. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku,
    perbuatan, dan pekerjaannya
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
   pemberdayaan diri
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
10. Berkarya secara kreatif, baik individual maupun kelompok
11. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
12. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk meningkatkan ketaqwaan
     dan memperkuat kepribadian
13. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
      masyarakat
14. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
15. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika

SMK/MAK
1. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
     secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial, hukum dan
     perundangan
3. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial
    ekonomi, dan budaya dalam tatanan global
4. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
5. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri
   serta memperbaiki kekurangannya
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
    cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi
7. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku,
    perbuatan, dan pekerjaannya
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
    pemberdayaan diri
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
10. Berkarya secara kreatif, baik individual maupun kelompok
11. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
12. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk meningkatkan ketaqwaan
      dan memperkuat kepribadian
13. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
      masyarakat
14. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
15. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika

3. Teknologi
SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan
    sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan
    bimbingan guru/pendidik
3. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
4. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam
    kehidupan sehari-hari
5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan
    sekitar
6. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan
    berhitung
7. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan
    memanfaatkan waktu luang

SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Mencari dan menerapkan informasi secara logis, kritis, dan kreatif
2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif
3. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi
   yang dimilikinya
4. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam
    kehidupan sehari-hari
5. Mendeskripsi gejala alam dan sosial
6. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
7. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya
8. Menerapkan hidup bersih, sehat bugar, aman, dan memanfaatkan waktu
    luang
9. Memiliki keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
     dalam bahasa Indonesia dan Inggris sederhana
10. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan
menengah

SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Membangun dan menerapkan informasi, pengetahuan, dan teknologi
    secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
    secara mandiri
3. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
    pemberdayaan diri
4. Menunjukkan sikap kompetitif, sportif, dan etos kerja untuk mendapatkan
    hasil yang terbaik dalam bidang iptek
5. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah
     kompleks
6. Menunjukkan kemampuan menganalisis fenomena alam dan sosial sesuai
    dengan kekhasan daerah masing-masing
7. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
8. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
    cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
10. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara
      dalam bahasa Indonesia dan Inggris
11. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan
      tinggi

SMK/MAK
1. Membangun dan menerapkan informasi, pengetahuan, dan teknologi
     secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
    secara mandiri
3. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
    pemberdayaan diri
4. Menunjukkan sikap kompetitif, sportif, dan etos kerja untuk mendapatkan
    hasil yang terbaik dalam bidang iptek
5. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah
    kompleks
6. Menunjukkan kemampuan menganalisis fenomena alam dan sosial sesuai
    dengan kekhasan daerah masing-masing
7. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
8. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai
    cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
10. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara
      dalam bahasa Indonesia dan Inggris
11. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk
     memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi
     sesuai dengan kejuruannya

4. Estetika
SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya
lokal
SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi seni
2. Menghargai karya seni, budaya, dan keterampilan sesuai dengan kekhasan
lokal
3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni
SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni
2. Menunjukkan apresiasi terhadap karya seni
3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni
4. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
SMK/MAK
1. Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni
2. Menunjukkan apresiasi terhadap karya seni
3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni
4. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
SD/MI/SDLB*/Paket A
1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan
     memanfaatkan waktu luang
2. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk
     menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu
     luang
SMP/MTs/SMPLB*/Paket B
1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan
    memanfaatkan waktu luang dengan memanfaatkan lingkungan secara
    bertanggung jawab
2. Mencari dan menerapkan berbagai informasi tentang potensi sumber daya
    lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan
    memanfaatkan waktu luang

SMA/MA/SMALB*/Paket C
1. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
2. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi lokal
    untuk menunjang kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang
    terbaik dalam bidang pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan

SMK/MAK
1. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
2. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi lokal
    untuk menunjang kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani
3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang
    terbaik dalam bidang pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan
 Catatan: * Berlaku untuk A,B,D,E
Sedangkan untuk C, C1, D1, dan G ditetapkan tersendiri